Wednesday, February 13, 2013

Rhabdomyolysis

Definisi Rhabdomyolysis

Rhabdomyolysis (RAB-DOE-MY-O-LIE-SIS) adalah pembinasaan/destruksi yang cepat dari otot kerangka yang berakibat pada kebocoran kedalam urin dari protein otot myoglobin.
Ada tiga tipe yang berbeda dari otot didalam tubuh manusia;
  1. otot halus (smooth muscle),
  2. otot kerangka (skeletal muscle), dan
  3. otot jantung (heart muscle).
Otot kerangka adalah otot dari pergerakan tubuh (menggerakan kerangka pada sendi-sendi). Otot kerangka dipengaruhi oleh rhabdomyolysis.
Myoglobin adalah komponen protein dari sel-sel otot yang dilepas kedalam darah ketika otot kerangka hancur pada rhabdomyolysis. Creatine kinase adalah enzim (protein yang menfasilitasi reaksi-reaksi kimia dalam tubuh) juga dalam sel-sel otot. Tingkat dari setiap dari protein-protein ini dapat diukur dalam darah untuk memonitor derajat dari luka otot dari rhabdomyolysis. Myoglobin dapat juga diukur dalam contoh-contoh (samples) dari urin

Penyebab Rhabdomyolysis

Rhabdomyolysis mempunyai banyak sebab-sebab. Beberapa dari yang umum termasuk:
  • trauma otot atau luka yang menghancurkan,
  • luka-luka bakar yang parah,
  • penykisaan fisik atau penykisaan anak,
  • berbaring di lantai yang berkepanjangan (orang-orang yang jatuh atau tidak sadar dan tidak mampu untuk bangun untuk beberapa jam),
  • koma yang berkepanjangan,
  • kontraksi-kontraksi otot yang parah dari serangan-serangan epilepsi yang berkepanjangan,
  • penggunaan kokain dengan hyperthermia (kenaikan temperatur tubuh) yang berhubungan,
  • aktivitas fisik yang ekstrem (lari maraton),
  • kemabukan obat dan alkohol,
  • tingkat-tingkat sirkulasi yang rendah dari phosphate, potassium, atau magnesium dalam darah (elektrolit-elektrolit),
  • penyakit-penyakit otot genetik (familial paroxysmal rhabdomyolysis),
  • tenggelam yang berkepanjangan atau hypothermia (temperatur inti tubuh yang rendah),
  • obat-obat: paling khususnya statin-statin yang digunakan untuk merawat kolesterol yang tinggi [simvastatin (Zocor), atorvastatin (Lipitor), pravastatin (Pravachol), atau lovastatin (Mevacor)] dan obat-obat lain seperti obat-obat Parkinson, obat-obat psikiatrik, obat-obat anesthesia, obat-obat HIV, colchicine,
  • keragaman dari virus-virus dan beberapa bakteri-bakteri,
  • hipotiroidisme yang parah (tingkat tiroid yang rendah), terutama jika orangnya juga memakai obat-obat statin untuk kolesterol,
  • kekurangan perfusi darah ke anggota tubuh,
  • beberapa penyakit-penyakit peradangan dari otot, disebut myopathies, (myositis, dermatomyositis, polymyositis),
  • racun dari gigitan-gigitan ular tertentu (terutama di Afrika, Asia, dan Amerika selatan).

    Gejala-Gejala Rhabdomyolysis

    Rhabdomyolysis mungkin sama sekali tidak menyebabkan gejala-gejala. Sakit dan nyeri otot (myalgia), kekakuan, dan kelemahan otot dapat terjadi dengan rhabdomyolysis, dan terutama adalah umum dengan kerusakan otot yang parah. Rhabdomyolysis mungkin menebabkan penggelapan dari warna urin. Myoglobin dilepaskan dari otot-otot ketika mereka mengurai dan dikeluarkan kedalam urin. Ini dapat menyebabkan warna merah atau cola dari urin.

    Yang Harus Dibuat Jika Saya Mempunyai Rhabdomyolysis

    Jika anda mempunyai tanda-tanda dan gejala-gejala yang menyarankan rhabdomyolysis, dokter anda perlu segera diberitahu. Adalah penting untuk manyadari bahwa gejala-gejala ini adalah tidak spesifik untuk rhabdomyolysis karena mereka mungkin disebabkan oleh kondisi-kondisi lain.

    Mendiagnosa Rhabdomyolysis

    Rhabdomyolysis disarankan oleh sejarah dari kejadian-kejadian akhir-akhir ini dan yang telah lalu dan pemeriksaan fisik. Ia dikonfirmasikan oleh pengujian darah dan urin. Bagian yang penting dari mendiagnosa rhabdomyolysis adalah sejarah medis dan pemeriksaan fisik yang komprehensif (menyeluruh).
    Sejarah medis mungkin termasuk pertanyaan-pertanyaan tentang penggunaan obat apa saja, penggunaan obat terlarang dan alkohol, kondisi-kondisi medis lain, segala trauma atau kecelakaan, dll. Tes-tes darah termasuk perhitungan darah yang komplit atau complete blood count (CBC), panel matabolik, enzim-enzim otot, dan analisa urin.
    Diagnosis dari rhabdomyolysis dikonfirmasikan dengan mendeteksi enzim-enzim otot yang meningkat dalam darah. Enzim-enzim otot termasuk creatine phosphokinase (CPK), SGOT, SGPT, dan LDH. Tingkat-tingkat dari enzim-enzim ini naik ketika otot dirusak pada rhabdomyolysis.
    Tercatat, CPK juga ada didalam otot jantung (cardiac muscle) dan otak. Laboratorium umumnya mampu untuk membedakan antara komponen-komponen yang berbeda dari enzim ini. Contohnya, fraksi yang datang dari otot kerangka dirujuk sebagai CK-MM dan yang satu dari otot jantung ditunjuk sebagai CK-MB. Ada juga sejumlah kecil komponen CK-MB dalam otot kerangka.
    Tingkat-tingkat dari myoglobin dapat meningkat dalam darah dan urin.

    Komplikasi-Komplikasi Rhabdomyolysis

    Salah satu dari komplikasi-komplikasi yang menyeramkan dari rhabdomyolysis adalah gagal ginjal. Ini dapat terjadi untuk keberagaman dari sebab-sebab. Luka langsung pad ginjal dan penyumbatan dari tabung-tabung penyaring dari ginjal-ginjal oleh protein-protein otot adalah diantara penyebab-penyebab dari gangguan fungsi ginjal pada setting dari rhabdomyolysis.
    Komplikasi serius lainnya dari rhabdomyolysis disebut compartment syndrome dimana luka otot menjurus pada pembengkakan dan peningkatan tekanan pada ruang yang terbatas (compartment). Ini menjurus pada sirkulasi yang dikompromikan yang dapat membahayakan jaringan yang terpengaruh. Compartment syndrome adalah paling umum setelah luka pada kaki bagian bawah atau otot-otot dari dinding perut dan dapat memerlukan operasi darurat.
    Rhabdomyolysis dapat juga menyebabkan kelainan-kelainan dari elektrolit-elektrolit dalam darah. Disebabkan oleh luka otot, kandungan-kandungan dari sel-sel otot dapat dilepaskan kedalam darah yang menyebabkan tingkat-tingkat yang tinggi dari potassium (hyperkalemia) dan phosphorus (hyperphosphatemia).

    Merawat Rhabdomyolysis

    Perawatan dari rhabdomyolysis tergantung pada penyebab dan keparahannya.
    Jika penyebab untuk rhabdomyolysis teridentifikasi, ia ditangani; contohnya:
  • menghentikan obat yang beracun,
  • menggantikan elektrolit-elektrolit, atau
  • merawat penyakit otot yang mendasarinya.
Pada kasus-kasus dari rhabdomyolysis ringan tanpa segala bukti dari komplikasi-komplikasi, pengendalian (manajemen) dapat dilakukan dirumah dengan hanya mengenali penyebab dan mengkoreksinya , seperti menghentikan obat dan rehidrasi.
Pada kasus-kasus yang lebih parah, atau jika terapi rumah adalah tidak mungkin, rawat inap mungkin diperlukan. Permulaan yang segera dari hidrasi dengan cairan-cairan intravena, sebagai tambahan pada pengeluaran faktor-faktor yang memprovokasi, adalah bagian yang penting dari perawatan rhabdomyolysis. Pengamatan dan mengendalikan disfungsi ginjal, mengkoreksi segala gangguan-gangguan dalam elektrolit-elektrolit, dan memonitor tingkat-tingkat enzim otot (CPK, SGOT, SGPT, LDH) adalah paling efektif dilakukan di rumah sakit ketika rhabdomyolysisnya parah.

Prognosis untuk Rhabdomyolysis

Prognosis keseluruhan dari rhabdomyolysis adalah menguntungkan selama ia dikenali dan dirawat segera. Kebanyakan sebab-sebab dari rhabdomyolysis dapat dibalikan. Kasus-kasus yang berat dari rhabdomyolysis mungkin dihubungkan dengan kerusakan ginjal dan ketidakseimbangan elektrolit dan rawat inap dan bahkan dialysis dapat diperlukan.

No comments: