Tuesday, February 12, 2013

Penyakit Degenerasi Cakram Tulang Belakang dan Sciatica

Bentuk Tulang Belakang (Spine) Ruas-ruas tulang belakang (vertebra-vertebra) adalah blok-blok bangunan tulang dari tulang belakang atau tulang punggung (spine). Diantara setiap bagian yang paling besar dari ruas-ruas tulang belakang ada cakram-cakram (discs). Ligamen-ligamen terletak sekitar tulang belakang (spine) dan cakram-cakram (discs). Tulang belakang mempunyai 7 vertebra-vertebra pada leher (cervical vertebrae), 12 vertebra-vertebra pada tulang belakang tengah (thoracic vertebrae), dan 5 vertebra-vertebra pada tulang belakang bawah (lumbar vertebrae). Sebagai tambahan, ditengah pantat dibawah lumbar vertebra yang kelima, adalah sakrum (sacrum) diikuti oleh tulang ekor (coccyx).

Tujuan Tulang Belakang dan Cakram-Cakramnya
Tulang belakang atau kolom vertebra atau tulang punggung yang bersifat tulang dirancang sehingga vertebra-vertebra yang ditumpuk bersama dapat menyediakan suatu struktur pendukung yang dapat digerakkan dimana ia juga melindungi sumsum tulang belakang (spinal cord, jaringan syaraf yang memanjang menuruni kolom tulang belakang dari otak) dari luka. Setiap vertebra mempunyai sebuah spinous process, yang adalah suatu penonjolan tulang dibelakang sumsum tulang belakang (spinal cord) yang melindungi jaringan serat syaraf. Vertebra-vertebra juga mempunyai suatu badan tulang yang kuat didepan dari spinal cord untuk menyediakan suatu platform yang cocok untuk menahan berat.
Cakram-cakram adalah alas-alas yang melayani sebagai bantalan antara setiap badan vertebra yang melayani untuk mengecilkan benturan (dampak gerakan) pada kolom tulang belakang. Setiap cakram dirancang seperti suatu jelly donut dengan suatu komponen pusat yang lebih lunak (nucleus pulposus). Komponen lunak ini dapat pecah atau robek atau burut (herniate) melalui cincin luar yang mengelilinginya (annulus fibrosus) dan mengiritasi jaringan syaraf yang berdekatan. Ligamen-ligamen adalah jaringan-jaringan lunak yang berserat kuat yang melekatkan dengan kuat tulang-tulang. Ligamen-ligamen melekat pada setiap vertebra-vertebra dan mengelilingi setiap cakram-cakram. Ketika ligamen-ligamen luka karena cakram mengalami kemunduran (menua), nyeri lokal pada area yang dipengaruhi dapat diakibatkan.

Definisi Penyakit Kemerosotan Cakram dan Gejala-Gejalanya
Ketika kita menua, isi air dan protein dari tulang rawan tubuh kita berubah. Perubahan ini berakibat pada tulang rawan (cartilage) yang lebih lemah, lebih mudah rusak dan lebih tipis. Karena kedua-duanya cakram-cakram dan persendian yang menumpuk/menyusun vertebra-vertebra (facet joints) adalah sebagian terdiri dari tulang rawan, area-area ini adalah pokok dari kerusakan yang disebabkan oleh pemakaian melalui waktu (perubahan-perubahan degeneratif atau bersifat kemunduran). Kemunduran/kerusakkan yang berangsur-angsur dari cakram-cakram diantara vertebra-vertebra dirujuk sebagai penyakit kemerosotan cakram. Pemakaian dari tulang rawan facet dan perubahan-perubahan tulang dari persendian yang berdekatan dirujuk sebagai penyakit kemerosotan persendian facet (degenerative facet joint disease atau osteoarthritis dari tulang belakang).
Degenerasi (kemerosotan) dari cakram secara medis dirujuk sebagai spondylosis. Spondylosis dapat terlihat pada tes-tes x-ray atau MRI scanning dari tulang belakang sebagai suatu penyempitan dari ruang cakram yang normal diantara vertebra-vertebra yang berdekatan.
Degenerasi jaringan cakram membuat cakram lebih peka pada turun berok (herniation). Degenerasi cakram dapat menyebabkan nyeri lokal pada area yang dipengaruhi. Tingkat mana saja dari tulang belakang dapat dipengaruhi oleh degenerasi cakram. Ketika degenerasi cakram mempengaruhi tulang belakang leher, ia dirujuk sebagai penyakit cakram servikal (cervical disc disease). Ketika tulang belakang tengah yang dipenbgaruhi, kondisinya dirujuk sebagai penyakit cakram torasik (thoracic disc disease). Degenerasi cakram yang mempengaruhi tulang belakang lumbar dirujuk sebagai lumbago. Lumbago menyebabkan nyeri pada tulang belakang bawah dan adalah umum pada orang-orang yang lebih tua. Degenerasi arthritis (osteoarthritis dari persendian facet) juga adalah suatu penyebab dari nyeri lumbar lokal yang dapat dideteksi dengan tes x-ray sederhana. Nyeri dari degenerasi cakram atau penyakit persendian tulang belakang biasanya dirawat secara konservatif dengan panas intermittent (sebentar-sebentar), istirahat, latihan-latihan rehabilitasi, dan obat-obat untuk menghilangkan nyeri, kejang otot, dan peradangan.

Definisi Radiculopathy dan Sciatica dan Gejala-Gejalanya

Radiculopathy merujuk pada iritasi syaraf yang disebabkan oleh kerusakan pada cakram antara vertebra-vertebra. Ini tejadi karena degenerasi (kerusakan disebabkan pemakaian) dari cincin luar dari cakram atau karena luka traumatis, atau kedua-duanya. Kelemahan dari cincin luar menjurus pada cakram yang menonjol dan yang turun berok. Sebagai akibatnya, bagian tengah yang lunak dari cakram dapat pecah/burut melalui cincin luar cakram dan berbatasan pada sumsum tulang belakang atau syaraf-syarafnya karena mereka keluar dari kolom tulang belakang.
Ketika syaraf-syaraf teriritasi pada leher oleh penyakit degenerasi cakram, kondisinya dirujuk sebagai cervical radiculopathy. Ini dapat menjurus pada sensasi-sensasi (perasaan) panas yang sakit atau sensasi-sensasi kesemutan pada lengan-lengan tangan. Ketika syaraf-syaraf teriritasi pada tulang belakang bawah oleh penyakit degenerasi cakram, kondisinya dirujuk sebagai lumbar radiculopathy, dan itu seringkali menyebabkan yang biasanya dikenal sebagai nyeri sciatica yang menjalar dengan sangat cepat ke kaki. Kondisi ini dapat didahului oleh suatu nyeri tulang belakang lokal. Nyeri sciatica dapat menyusul suatu sensasi "meletus" pada saat timbul dan diiringi oleh kematian rasa dan kesemutan . Nyerinya biasanya meningkat dengan gerakan-gerakan pada pinggang dan dapat meningkat dengan batuk atau bersin. Pada keadaan-keadaan yang lebih parah, lumbar radiculopathy dapat diiringi oleh ketidakmampuan untuk menahan buang air kecil dan/atau buang air besar.

Mendiagnosis Radiculopathy

Radiculopathy dicurigai jika gejala-gejala yang dibahas diatas tercatat. Dokter dapat kadangkala mendeteksi tanda-tanda dari syaraf-syaraf yang teriritasi sewaktu pemeriksaan. Contohnya, nyeri menyebar yang meningkat ketika kaki diangkat mendukung diagnosis dari lumbar radiculopathy. Tes syaraf (EMG/electromyogram dan NCV/nerve conduction velocity) dari kaki-kaki dapat digunakan untuk mendeteksi iritasi syaraf. Keburutan dari cakram sebenarnya dapat terdeteksi dengan tes radiology, seperti CAT atau MRI scanning.

Merawat Radiculopathy

Perawatan radiculopathy terbentang dari pengendalian (managemen) yang tidak berhubungan dengan operasi sampai pembedahan. Managemen medis dari radiculopathy termasuk pendidikan pasien tentang kondisinya, obat-obat untuk menghilangkan nyeri dan kejang-kejang otot, suntikan kortison sekitar sumsum tulang belakang (epidural injection), terapi fisik (panas, urut/massage, ultrasound, stimulasi elektrik), dan istirahat (bukan istiraht total di ranjang, namun menghindari luka kembali). Dengan nyeri yang tak henti-hentinya, perburukan fungsi yang parah, atau ketidakmampuan (yang dapat mengindikasikan iritasi sumsum tulang belakang), pembedahan mungkin diperlukan. Operasi yang dilakukan tergantung dari keadaan keseluruhan dari tulang belakang dan umur dan kesehatan pasien. Prosedur-prosedur termasuk pengangkatan dari cakram yang burut/turun berok dengan laminotomy (menghasilkan sebuah lubang kecil pada tulang dari spine yang mengelilingi spinal cord), laminectomy (pengangkatan dari dinding bertulang yang berdekatan dengan jaringan-jaringan syaraf), dengan teknik jarum melalui kulit (percutaneous discectomy), prosedur-prosedur yang menghancurkan cakram (chemonucleolysis), dan lain-lain.

Definisi Penyempitan Tulang dan Stenosis Tulang Belakang

Segala kondisi yang berakibat pada gerakan atau pertumbuhan dari vertebra-vertebra yang bertulang dari spine dapat membatasi ruang (encroachment) untuk sumsum tulang belakang dan syaraf-syaraf yang berdekatan. Penyebab-penyebab dari penyempitan tulang (bony encroachment) dari syaraf-syaraf spine termasuk penyempitan foramen (penyempitan dari portal yang dilewati oleh syaraf spine dari kolom spine, keluar dari kanal spine ke tubuh), spondylolisthesis (penyelipan dari satu vertebra relatif ke vertebra lainnya), dan stenosis tulang belakang (penyempitan dari kanal tulang belakang disebabkan oleh tekanan dari akar-akar syaraf atau spinal cord (sumsum tulang belakang) oleh bony spurs (tonjolan-tonjolan kecil dari tulang) atau jaringan-jaringan lunak lain pada kanal tulang belakang). Contohnya, tekanan syaraf lumbar spine pada kondisi-kondisi ini dapat menjurus pada nyeri sciatica yang menyebar kebawah ke kaki-kaki.
Stenosis tulang belakang (penyempitan dari kanal tulang belakang) dapat terjadi pada segala tingkatan dari tulang belakang, namun adalah paling umum pada lumbar spine dari tulang belakang bawah. Gejala-gejala tergantung dari tingkat yang dipengaruhi. Contohnya, stenosis lumbar spine dapat menyebabkan nyeri-nyeri pada kaki yang memburuk dengan berjalan dan menghilang dengan beristirahat (meniru sirkulasi yang buruk dari kaki-kaki).
Perawatan kondisi-kondisi ini bervariasi (tergantung dari keparahan dan kondisi pasien) dari istirahat sampai pengurangan tekanan secara operasi dengan mengangkat tulang yang menekan jaringan syaraf.

totalkesehatananda.com


No comments: