Thursday, September 30, 2010

dekubitus

Dosen Pembimbing : Dr. Tony Setiabudhi, Sp.KJ, Ph.D
Oleh : LILIK, S.Ked (406057142)
PENDAHULUAN
Dekubitus dapat terjadi pada setiap umur, tetapi hal ini merupakan masalah yang khusus pada lanjut usia, kekhususannya terletak pada insiden kejadiannya yang erat kaitannya dengan imobilitas. Istilah dekubitus diambil dari bahasa latin decumbere yang artinya berbaring

Dekubitus merupakan salah satu masalah yang sangat penting pada lanjut usia. Istilah lengkapnya adalah Gangraena decubitus.

rbiditas dan mortalitas yang tinggi pada penderita lanjut usia, dinegara-negara maju presentase erjadinya dekubitus mencapai 11% dan terjadi dalam 2 minggu perawatan.

DEFiNISI :
Dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai jaringan dibawah kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area yang berlangsung terus-menerus sehingga mengakibatkan peredaran darah setempat terhenti sehingga terjadi nekrosis.

Lokasi terjadinya dekubitus : (tempat di atas tonjolan tulang dan tak dilindungi dengan cukup lemak subkutan)
- Sakrum - Tumit
- Trokhanter mayor - Siku
- Spina ischiadica superior-anterior - Kepala bagian belakang

PENYEBAB DAN FAKTOR RESIKO :
Faktor intrinsik, antara lain :
Status gizi, underewight atau overweight
Anemia.
Hipoalbuminemia
Penyakit-penyakit neurologik
Keadaan hidrasi/cairan tubuh yang kurang

aktor ekstrinsik, antara lain :
Kebersihan tempat tidur
Alat-alat tenun yang kusut dan kotor
Peralatan medik sehingga penderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu.

Komplikasi akibat immobilisasi
Faktor resiko utama terjadinya immobilisasi adalah :
Kontraktur, demensia berat, osteoporosis, fraktur, ulkus
Gangguan penglihatan
Rasa nyeri pada tulang, otot, dan sendi
Rasa lemah yang seringkali disebabkan oleh malnutrisi, gangguan elektrolit, anemia, otot tidak digunakan, gangguan neurologi (stroke, kehilangan reflek tubuh, neuropati karena DM, malnutrisi dan gangguan vestibuloserebral)
Kekakuan yang sering disebabkan oleh osteoartritis, parkinson, artritis reumatoid, gout, dan obat-obat antipsikotik
Rasa takut jatuh, tidak adanya alat bantu
Tidak sadar karena pembiusan, pembedahan, koma

TANDA DAN GEJALA DEKUBITUS
Mula-mula kulit tampak kemerahan yang tidak hilang setelah tekanan ditiadakan pada tahap dini ini, tidak terlihat nekrosis sebab permukaan kulit masih utuh. Iskemi dan nekrosis sudah terjadi pada lapisan dalam tetapi baru terlihat setelah beberapa hari berupa kulit yang kemerahan dan mengelupas sedikit. Kemudian terlihat suatu defek kulit. Setelah 1 minggu/10 hari, luas nekrosis kulit dan batasnya menjadi jelas. Biasanya nekrosis ini mencapai tulang atau fascia di dasarnya.

PENAMPILAN KLINIS DEKUBITUS DIBAGI MENJADI
Derajat I : reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis. Tampak sebagai daerah kemerahan atau eritema indurasi atau lecet
Derajat II : reaksi yang lebih dalam lagi sampai mencapai seluruh dermis hingga lapisan lemak subkutan. Tampak sebagai ulkus yang dangkal, dengan tepi yang jelas dan perubahan warna pigmen kulit
Derajat III : ulkus menjadi lebih dalam, meliputi jaringan lemak subkutan dan menggaung, berbatasan dengan fascia dari otot-otot. Sudah mulai didapat infeksi dengan jaringan nekrotik yang berbau
Derajat IV : perluasan ulkus menembus otot, sehingga tampak tulang di dasar ulkus yang dapat mengakibatkan infeksi pada tulang atau sendi

PEMBAGIAN TIPE ULKUS DEKUBITUS

Tipe normal : beda temperatur sampai di bawah ±2,5°C dibanding kulit disekitarnya dan akan sembuh dalam perawatan sekitar 6 minggu. Ulkus ini terjadi karena iskemia jaringan setempat akibat tekanan, tetapi aliran darah dan pembuluh-pembuluh darah baik.
Tipe arteriosklerotik : beda temperatur kurang dari 1°C antara daerah ulkus dan kulit sekitarnya, dan dengan perawatan diharapkan sembuh dalam 16 minggu. Ulkus ini terjadi karena gangguan aliran darah akibat penyakit pada pembuluh darah (arteriosklerotik) ikut berperan di samping faktor tekanan.
Tipe terminal : ulkus dekubitus tipe terminal terjadi pada penderita yang akan meninggal dan tidak dapat disembuhkan.

PENATALAKSANAAN
Pencegahan yang digunakan untuk mencegah terjadinya luka dekubitus terdiri dari 3 kategori :
Perawatan kulit dan penanganan dini
Diawali dengan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya dengan mengenal penderita yang beresiko tinggi terjadi dekubitus
Meramalkan akan terjadinya dekubitus dengan memakai skor norton. Skor di bawah 14 menunnjukkan adanya resiko tinggi terjadinya dekubitus.
Menjaga kebersihan kulit penderita dengan memandikan setiap hari.
Meningkatkan status kesehatan penderita.
Mengurangi/meratakan faktor tekanan yang mengganggu alirandarah

Penggunaan berbagai matras atau alas kaki
Cara tradisional untuk memperbaiki keadaan suatu ulkus dekubitus, misalnya dengan pemberian madu pada luka ulkus dekubitus.
Kasur khusus untuk lebih membagi rata tekanan yang terjadi pada tubuh penderita.
Regangan pada kulit dan lipatan kulit yang menyebabkan sirkulasi darah setempat terganggu, dapat dikurangi antara lain dengan cara :
Menjaga posisi pasien, dengan ditidurkan rata di tempat tidurnya, sudah dapat didudukan di kursi
Bantalan dari balok penyangga dari kedua kaki, bantal-bantal kecil untuk menahan tubuh penderita, “kue donat” (dekubitus ring) untuk tumit, dapat mendukung usaha pencegahan dan pengobatan dekubitus

. Edukasi pasien
Tim medis yang terlibat didalam edukasi pasien agar lebih menyadari bahwa tindakannya dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pasien untuk mencegah terjadinya luka dekubitus akan sangat mempengaruhi dalam melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah terjadinya dekubitus.

TINDAKAN MEDIK MENURUT DERAJAT DEKUBITUS

a. Dekubitus derajat I :
Reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis, maka kulit yang kemerahan dibersihkan hati-hati dengan air hangat dan sabun, diberi lotion, kemudian di masase 2-3 kali sehari.

b. Dekubitus derajat II :
Perawatan ulkus/luka yang sudah terjadi harus memenuhi syarat-syarat aseptik dan antiseptik. Daerah yang bersangkutan digesek dengan es dan dihembus dengan udara hangat bergantian untuk merangsang sirkulasi. Dapat diberi salep antibiotik topikal untuk merangsang tumbuhnya jaringan muda/granulasi
c.Dekubitus derajat III :
Dengan ulkus yang sudah dalam, menggaung sampai bungkus otot dan sudah sering terinfeksi, maka usahakan lika selalu bersih dan eksudat diusahakan mengalir keluar. Balutan jangan terlalu tebal dan sebaiknya transparan sehingga permeabel untuk masuk-keluarnya udara/oksigen dan penguapan. Kelembaban luka dijaga tetap basah, karena mempermudah regenerasi sel-sel kulit. Luka yang kotor dapat dicuci dengan larutan NaCl fisiologis dan diberi antibiotik lokal dan sistemik.

Pilihan untuk antibiotik lokal : Salep kloramfenikol 2%
Pilihan untuk antibiotik sistemik : antibiotik spektrum luas, seperti amoksisilin 4x500 mg selama 15-30 hari, atau siklosporin 1-2 g/hari selama 3-10 hari

d. Dekubitus derajat IV :
Dengan perluasan ulkus sampai ke tulang dan sering disertai jaringan
nekrotik, maka semua langkah-langkah di atas tetap dilakukan dan
jaringan nekrotik yang ada harus dibersihkan, karena akan menghalangi
pertumbuhan jaringan/epitelisasi. Beberapa usaha mempercepat
penyembuhan dengan memberikan oksigenasi pada daerah luka,
tindakan dengan ultrasono untuk membuka sumbatan-sumbatan
pembuluh darah dan sampai pada transplantasi kulit setempat

PROSES PENYEMBUHAN LUKA
Proses penyembuhan luka ada 3 fase yaitu :
Fase inflamasi (lag fase) : Berlangsung sampai hari kelima.
Fase proliferasi (fase fibroplasi) : Berlangsung mulai hari keenam sampai ±3 minggu
Fase remodeling (fase resorpsi) : Berlangsung berbulan-bulan

KESIMPULAN
Dekubitus terjadi akibat iskemi jaringan yang berlanjut. Tekanan menyebabkan iskemi jaringan dan hal ini lebih berat terjadi bila tubuh dibaringkan pada suatu permukaan yang tidak mengikuti seluruh lekukan bagian tubuh yang di bawah.
Sebagai dasar dari semua faktor penyebab di atas adalah immobilitas. Bila dapat diusahakan pemerataan kontak bagian-bagian tubuh dengan permukaan alas tidur akan dapat mengurangi besarnya faktor tekanan.
Keadaan umum yang jelek ditambah suplai darah ke jaringan berkurang pada lanjut usia juga mempunyai peran untuk terjadinya iskemi jaringan dan timbulnya dekubitus.
Pengelolaan diawali dengan kewaspadaan mengenal penderita dengan resiko tinggi terjadi dekubitus. Suatu sistem skor, skor dari Norton cukup praktis untuk penapisan awal dan penilaian selanjutnya dalam kaitan dengan resiko dekubitus. Setelah terjadi dekubitus tindakan medik disesuaikan dengan stadium/derajat dari dekubitus yang dihadapi

brunner and suddart
buku ajar: keperawatan medikal bedah
1999
egc
jakarta

No comments: